ÓYoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung.
(Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau). Itulah janji seorang Lembu Sura dan Mahesa Sura yang mati demi cinta seorang putri raja Kediri, Dewi Kili Suci. Dan saat ini tepat di hari Valentine, Gunung Kelud, sebagai tempat dikuburnya dua raja sakti tersebut meletus.

Hari Kamis Malam jam 22.55 WIB, gunung kelud akhirnya meletus juga. Letusannya sesuai prediksi para pengamat dan pakar Gunung, bahwa letusan tahun ini akan lebih dahsyat daripada letusan yang terjadi pada tahun 2007 yang “hanya” membawa dampak perubahan munculnya anak gunung kelud dari danau kawah.

Jika diambil dari arti katanya, Kelud artinya adalah reresik. Orang Jawa bilang reresik barang kang ala, membersihkan barang yang jelek. Seperti halnya orang Jawa dimasa lalu yang selalu mengaitkan kejadian alam dengan kejadian yang terjadi di dunianya, nah menurut Ariherdi, kira-kira inilah arti dari meletusnya gunung kelud ini:

1. Kelud bisa diartikan sebagai pembersih bangsa ini terutama tanah Jawa yang saat ini sedang dilanda kekisruhan yang teramat sangat.

2. Selain itu apabila dihubungkan dengan hajat bangsa Indonesia yang akan melakukan Pemilu di bulan April 2014 ini, insya Allah dengan meletusnya gunung reresik (baca: kelud) yang punya “tugas” khusus bersih-bersih ini akan membersihkan jalan bagi calon pemimpin bangsa Indonesia 2014.

3. Atau, karakter pemimpin bangsa Indonesia ini adalah karakter pembersih.

Ini hanyalah otak-atik di hari Jumat Wage, tidak untuk dipercayai dan tidak wajib diyakini.
Pray for Kelud, semoga tidak ada korban jiwa.