Jaman sekarang mungkin sudah sangat jarang kita temui anak-anak bermain dakon. Dakon meskipun cara bermainnya sangat-sangat sederhana namun mengandung filosofi yang sangat penting.

Filosofi permainan dakon dalam kehidupan modern adalah dapat diibaratkan sebagai cara berpikir pemainnya dalam mengelolal ekonomi. Entah itu ekonomi dirinya sendiri, keluarganya atau bahkan ekonomi perusahaan ataupun ekonomi negara.

Bagaimana bisa permainan dakon yang sangat sederhana tersebut mampu mengubah pola pikir perekonomian kita dari kuadran kiri ke kuadran kanan? Dari kuadran keamanan finansial menuju ke kenyamanan finansial?
Cara bermain dakonlah yang akan mampu mengubah pola pikir tersebut.

Inti dari permainan dakon adalah bukan untuk bermain dan sebanyak mungkin mengisi lumbung kita, dan lubang-lubang yang kita punyai dengan biji dakon. Inti bermain dakon adalah bermain selama mungkin untuk mengisi lubang-lubang yang dipunyai musuh kita, dan tidak membiarkan lubang-lubang kita terisi sampai penuh.
Lubang-lubang musuh ini adalah diibaratkan investasi kita. Investasi dapat berupa pinjaman, ataupun memberi pinjaman. Semakin jeli kita berinvestasi, semakin berlipat pula keuntungan yang dapat kita raih.
Dalam dakon juga seperti itu, semakin jeli kita menghitung langkah kita dalam mengisi lubang-lubang musuh, maka suatu saat dalam permainan itu kita akan dapat “menembak” lubang musuh kita yang sudah berisi banyak isi dakon.

Jika kita berpikir terbalik dengan memperbanyak mengisi lubang-lubang kita yang didalam realita kehidupan bisa diibaratkan sebagai kebutuhan dan keingnan kita, maka suatu saat apabila lubang keinginan kita tersebut sudah terisi penuh, dan kita salah langkah dalam berhutang maupun berinvestasi, niscaya timbunan harta biji dakon kita akan dapat diambil dengan musuh. Lumbung kita kosong, dan lubang juga menjadi kosong.

Seperti itulah filosogi bermain dakon yang diturunkan oleh nenek moyang kita kepada kita, tetapi tidak banyak orang yang mengerti.