Plat nomer DI 19 sekarang sedang menjadi hot news. Kenapa? Karena yang memakainya-pun seorang yang sedang hot, yang sedang dalam sorotan masyarakat, wakil rakyat (DPR) maupun insan-insan politik.

Plat DI 19 menjadi bahan pembicaraan ketika sang pemilik nomer, yaitu Menteri BUMN Dahlan Iskan memakainya untuk proyek mobil listrik Tuxuci, yang dibeli dari kantong pribadi beliau sebesar 1,5 Milyar rupiah kecelakaan di daerah perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur.

Mobil sport Tuxuci tersebut hancur, tetapi sang pengemudi, Dahlan Iskan selamat, hmm…sepertinya boleh juga nih fitur keselamatan mobil anak negeri ini.

Yang menjadi ramai adalah plat DI 19 itu adalah plat nomer palsu. Tidak ada kode DI di plat nomer Indonesia, dan hal itu diamini oleh polisi seluruh Indonesia. Tetapi, kenapa baru sekarang, atau tepatnya setelah terjadinya kecelakaan Tuxuci plat nomer tersebut dipermasalahkan?
Padahal plat nomer DI 19 sudah dipakai Dahlan Iskan sejak Tuxuci dicobanya di daerah Senayan beberapa minggu yang lalu, pun mobil tersebut juga telah sukses melewati Jakarta – Yogya – Magetan dengan plat nomer palsu DI 19.
Pada saat itu tidak ada aparat kepolisian yang protes bahkan menilang pak Dahlan karena menggunakan plat nomer palsu. Tidak ada anggota DPRD yang berteriak bahwa plat nomer Pak Dahlan itu palsu.
Tidak ada rakyat yang menggubris bahwa plat nomer DI itu tidak mewakili daerah manapun di Indonesia.
Kenapa???
Apakah karena semuanya terkesima dengan mobil Tuxuci yang akan bisa membuat bangsa Indonesia membusungkan dadanya?
Kenapa sekarang ketika mobil itu tersuruk, tersungkur banyak yang berteriak?
Banyak yang berteriak Pak Dahlan bersalah karena memakai plat nomer palsu, bahkan Poda Jatim pun menyatakan bahwa Pak Dahlan bisa menjadi tersangka karena plat nomer palsu.
Kenapa polisi baru berteriak sekarang? Kenapa tidak 2 minggu yang lalu?

BTW…sekarang saya sedang mendengarkan penjelasan dari Pak Dahlan Iskan mengenai kecelakaan Tuxuci di Metro TV secara streaming (http://www.metrotvnews.com/front/streaming)