Kalo Semarang punya Tanjung Emas, Surabaya punya Tanjung Perak, kalo di Probolinggo punya Tanjung
Tembaga.

Secara letak geografis kota Probolinggo yang ada di pesisir pantai, Tanjung Tembaga ini mempunyai peranan yang penting bagi pergerakan ekonomi masyarakat Probolinggo.
Disana kita dapat melihat berbaurnya segala jenis lapisan masyarakat, dari nelayan, pekerja pabrik kayu, dan pembeli ikan. Hal ini akhirnya menimbulkan masalah sendiri, yaitu menumpuknya sampah yang akhirnya menimbulkan bau yang kurang sedap, apalagi dicampur dengan bau amisnya ikan, hmmm…dijamin bakal sulit makan deh.
Tapi masalah ini sudah dapat dipecahkan oleh pemerintah kota Probolinggo, yaitu dengan dibangunnya Pelabuhan Tanjung Tembaga II yang berada hampir berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Tembaga yang utama, tujuannya yaitu dipisahkannya antara Pelabuhan I yang digunakan sebagai berlabuhnya kapal-kapal dan aktivitas nelayan juga pasar ikan, sedangkan di Pelabuhan Tanjung tembaga II digunakan sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal. Suasana di Pelabuhan Tanjung Tembaga II ternyata berbeda, suasananya lebih bersih, indah serta nyaman, dan di Pelabuhan II pun banyak orang-orang memancing.

Jika kita memandang dari ujung dermaga, maka sekilas akan tampak sebuah pulau, itulah Pulau Gili, salah satu tempat wisata di kota Probolinggo. Disana terdapat Gua Kucing, yang konon ada banyak kucingnya (ga tau juga sih ada pa ga, soalnya belum pernah kesana). Jika mengunjungi pulau Gili, jangan lupa bawa air mineral secukupnya, karena air di Pulau Gili rasanya asin.
Menurut cerita, Pulau Gili ini pulau yang berjalan, alias mengapung, boleh percaya boleh tidak dengan masalah yang satu ini.