Setahun kemarin sinar itu menunjukkan jati dirinya untuk kesekian kalinya, dan lagi-lagi disaat-saat ini sinar itu kembali menyapaku.
Sinar yang tipis, berwarna-warni, berubah-ubah sesuai dengan waktu akhirnya.
Bersinar dari tubuh anak Adam, menembus dinding-dinding atap rumah, dan atap langit.