Sinar Itu Kembali Menyapaku


Setahun kemarin sinar itu menunjukkan jati dirinya untuk kesekian kalinya, dan lagi-lagi disaat-saat ini sinar itu kembali menyapaku.
Sinar yang tipis, berwarna-warni, berubah-ubah sesuai dengan waktu akhirnya.
Bersinar dari tubuh anak Adam, menembus dinding-dinding atap rumah, dan atap langit.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close