Yah akhirnya harus keluar juga ungkapan ini, setelah tertunda 3 bulan!.
Oke, aku adalah warga baru dilingkungan Kabupaten Malang, sebelumnya di Kotamadya Malang.
Sebagai warga negara yang baik, aku berinisiatif mengurus KTP dan KSK.

Pada awalnya semua berjalan normal, seperti pencabutan KTP dan KSK lama, kemudian pengajuan KTP dan KSK di lingkungan Kecamatan.
Proses pengajuan diawali dari lingkungan RT, RW setempat, kemudian ke Kelurahan. Di Kelurahan ini sudah mulai ada yang mengganjal, IMB rumah ternyata belum terbit. Tapi ini bukan menjadi masalah, karena dapat digantikan dengan surat keterangan dari Kelurahan.
O iya, ternyata surat keterangan ini ga gratis, alias bayar, kalo ga salah biayanya 5000 rupiah, yo wis tak bayar, padahal sebenarnya yang dirugikan itu aku, warganya, tapi yah biarlah.
Masuk ke Kecamatan, mulai muncul masalah yang agak besar, yaitu, surat pengantar Kecamatan harus diantar sendiri ke Dispenduk Kabupaten Malang, dalam artian disini, harus mengurus ke Kepanjen. Wow…itu tempat yang sangat jauh kalo dari daerah Mangliawan/Sawojajar 2. O iya disini juga bayar, kalo ga salah bayar 10.000 rupiah.
Yah…demi mendapatkan pengesahan dari negara tentang kewarganegaraan, mau ga mau harus mengurus donk.

Di Kepanjen, Dispenduk berkantor bersama di gedung DPRD Kabupaten Malang, jadi untuk mencarinya tidak terlalu sulit.
Dengan berbekal surat keterangan dari Kecamatan + blanko pengisian KTP dan 2 lembar foto, dengan percaya diri aku datang ke Dispenduk.
Pengurusan KTP dan KSK ada di lantai 2.
Langsung naik, langsung menyerahkan ke 2 petugas yang berbeda, ah, ternyata yang KTP ditolak, dengan alasan, KSK harus jadi dulu. Hmmm..
Oke, dilanjutkan kepetugas KSK, diterima, kemudian menunggu.
Kurang dari 5 menit udah dipanggil lagi, dan WOW, ternyata, berkas yang masuk tadi diganti dengan tanda terima untuk pengambilan KSK, KSK baru jadi besoknya.
Oke, berarti besok harus ke Kepanjen lagi.
Besoknya, berbekal surat tanda terima/pengambilan KSK, aku kembali menuju ke Dispenduk Kabupaten Malang, pengambilan ada di lantai 1, bagian luar, jadi ga perlu naik-naik lagi.
Surat pengambilan diserahkan, dan diproses oleh petugas yang ada.
Dan, Ya Ampuun, ternyata KSK nya masih berupa KSK sementara, yaitu berupa kertas hitam putih biasa, ato bisa dikatakan seperti kalo kita fotokopi KSK kita.
Sah??? Ini sah dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Nah, pertanyaannya kenapa kok masih KSK sementara?
Ternyata jawabannya sungguh tidak masuk diakal kalo menurutku, Blanko ato kertasnya HABIS. Oalah….oalah….ini administrasi negara pak, masak bisa dengan semudah itu dikatakan habis? Sangat tidak PROFESIONAL, apa kata dunia??? kapan mau maju???.
Duh…ga bisa protes kan? akhirnya diterima aja, meskipun dengan senyum kecut.

Jadi harus naik ke lantai 2 lagi untuk memproses KTP.
Disini sama seperti kejadian pengajuan KSK, berkas diterima, kemudian diganti dengan surat tanda terima untuk mengambil KTP, BUKAN KTP ASLI, tapi cuma untuk mengambil KTP SEMENTARA.
Kapan ambilnya? besok.
Ediaaan tenan…..
Padahal kalo mau, proses ini dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari. Lha wong KTP dan KSK sementara ini berupa print aja kok, bisa saat itu di entry, di print, ditandatangani, jadi deh. Warga masyarakat yang mau mengurus KTP dan KSK gak perlu bolak balik ke Kepanjen.
Damn…ga bisa membayangkan kalo punya rumah di Lawang, dan harus mengurus KTP dan KSK di Kepanjen, yang prosesnya harus bolak balik. Wah..wah, mau jadi warga negara yang tertib aja kok repot.
Itu proses 3 ato 4 bulan yang lalu, seiring berjalannya waktu, emosiku sudah memudar.

Hari ini aku datang lagi ke kota Kepanjen, ke Dispenduk Kabupaten Kota Malang, dengan tujuan untuk menggantikan KTP dan KSK sementaraku. Asli ga enak bener megang KTP sementara, udah statusnya sementara (CS BCA pernah menolak, karena dianggap tidak sah), ukurannya juga gede, jadi kalo dibawa kemana mana harus dilipat lipat.
Hmm…datang bersama keluarga, dengan alasan proses pasti akan berjalan cepat, lha wong tinggal ambil kan.
Dan ternyata….eng ing eng…maaf, tidak semudah itu.
Pertama datang ke pengambilan KSK, ditolak, petugasnya bilang, “Mas silahkan naik ke atas untuk diajukan pencetakan, yang smentara ini di fotokopi 1 kali dulu”.
Ke pengambilan KTP juga sama, harus diajukan untuk pencetakan.
EDAANN…SISTEME EDAAAN, BENER-BENER GA BERES.
Woii…ini aku sudah memegang KTP dan KSK sementara, sudah 3 bulan aku memegangnya, dan bukan hanya aku aja, banyak warga Kabupaten Malang. Secara logika, harusnya secara otomatis KTP harus sudah siap diambil ketika masa berlaku KTP sementara sudah habis. Lha ini kok minta diajukan untuk dicetak? Ga mikir apa, orang sudah mengurus KTP sementara ini berarti sudah pasti pingin punya KTP ASLI.
Damn…terpaksa harus naik lagi, ketemu dengan 2 petugas yang sama.
Kebagian KTP dan KSK, semuanya diterima.
Kurang dari 10 menit, dari petugas KTP sudah memanggil.
Biayanya 4000 rupiah untuk 1 KTP, karena aku mengurus 2 KTP jadi harus bayar 8000 rupiah. Ga masalah. Setelah itu aku terima surat keterangan, dibarengi ucapan petugasnya, “Mas, jadinya tanggal 20”
Wah…asli aku cuma bisa bengong, oalah oalah….edan edan, dadi warga negara yang baik kok susahmen.
Gak berapa lama petugas KSK memanggil, biayanya 5 ribu, dan “Mas, KSK nya bisa diambil tanggal 29 Januari”.
Edaaaaannnn……..
Ngurus KTP dan KSK kok mbuletmen!!!!
Sistemnya gak praktis blasss, asli, bukan hanya aku yang nggrundel, ngomel dengan sistem ini, banyak orang yang ngomel, semuanya rata-rata berkata, Walah…sesuk kudu balik maneh?, walah kok mbuletmen to….
Waduh….waduh, dijaman era digital yang serba cepat ini, ternyata mengurus KTP dan KSK masih jauh tersentuh dari itu.
Pertanyaan ku, ini cuma disini aja ato di kota-kota lain juga begitu?
Kalo dulu, di Kotamadya Malang, paling lama 7 hari sudah selesai, dan itupun gak perlu bolak balik, cukup 2 kali perjalann Pulang Pergi.

Kalo sistemnya seperti ini sih, memang bukan salah warga nya kalo ga punya KTP dan KSK. Bayangkan bila sudah rumahnya jauh, ga punya kendaraan sendiri, dan harus datang bolak balik demi selembar kertas bersegel negara.
Hmmm…aku rasa negara belum bisa memberikan penghargaan kepada warganya.
Nah..Dispenduk Kabupaten Malang, kapan anda berubah??