Misi telah selesai.
Mungkin itulah yang ada di benak kedua orang tuaku saat ini. Ya, putra dan putri putrinya sekarang telah mentas semua, semua sudah menikah, sudah punya jalan hidup sendiri.
Misi menikahkan yang terakhir adalah pada minggu kemarin, tepatnya pada hari jumat tanggal 17 Oktober 2008.

Acara dimulai dengan pasang terop (bahasa indonesianya tarub ya? :D), pasang terob dilaksanakan pada sore hari selepas adzan shalat Ashar yang menandakan hari Jawa juga sudah berganti ke hari Sabtu.
Dipilih waktu Ashar karena kebetulan pada hari Jumatnya bersamaan dengan hari meninggalnya Mbah Kakung, yang menurut orang Jawa termasuk hari yang harus dihindari bila punya hajat.
Malamnya, lembur bikin rumput palsu dari daun pandan.
Sabtu, acara siraman dimulai jam 13.00WIB, adikku terlihat cantik dengan busana siramannya, mendung menggantung, untunglah nggak turun hujan, hujan baru turun sore hari ketika semuanya tertidur karena capek.
Sabtu malam, makan sate bersama, ada acara serah serahan, ato tepatnya perkenalan anggota keluarga.
Minggu, acara puncak dimulai, acara akad nikah berlangsung dengan lancar, jadwal maju setengah jam lebih awal.
Minggu malam, acara pesta pernikahan yang terakhir digelar di gedung bakorwil II malang, acara ditutup dengan sangat meriah.

Terakhir untuk adikku tercinta, Selamat menempuh hidup baru. Ini bukan akhir, tetapi ini adalah awal.