Tirta Kamandanu

Tirta Kamandanu ini terletak di kota Kediri, ato tepatnya di desa Pamenang Kediri.
Rute untuk menuju ke lokasi ini, yang paling mudah adalah lewat jalan depan gedung DPRD Kediri.
Jika dari arah Malang, sebelum gedung DPRD ato lebih enaknya pas berhenti di Bang Jo (Setopan ato lampu lalulintas) ambil belokan ke kanan. Terusss masuk, sambil liat sebelah kanan jalan, kalo ada gapura bertulikan, Pamuksan Sri Aji Jayabaya, beloklah ke arah situ.

Menurut cerita, Tirta Kamandanu ini adalah tempat mandinya ato bersucinya Sri Aji Jayabaya sebelum beliau muksa.
Beberapa tahun yang lalu, sumber air di Tirta Kamandanu ini masih mengeluarkan air, tapi entah mengapa sekarang sumber air itu ditutup dengan batu, kolamnya kering, dan yang lebuh parah, banyak nyamuknya. Mungkin ini efek dari renovasi yang tak kunjung selesai.

Berita dari situs Kediri.Go.id

Sekitar 10 km, ± 5 menit dari Kota Kediri. Situs ini dipercayai sebagai tempat moksa Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terkenal sebagai Raja Kediri abad XII dan juga ramalan Jongko Joyoboyonya. Situs – situs yang ada di kawasan budaya ini seperti Sendang Tirto Kamandanu, Palinggihan Mpu Bharada, dan juga Arca Totok Kerot.Banyak pengunjung yang melakukan ziarah di situs ini dan puncak ritual di Pamuksan tanggal 1 Suro dengan ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk prosesi ritual

Sosok Prabu Joyoboyo memang mengundang kekaguman. Ini pula yang jadi alasan, mengapa wisatawan banyak yang datang ke petilasannya.Termasuk ke Sendang Tirta Kamandanu. Sendang ini dulunya kolam dengan sumber air alami yang memiliki banyak fungsi, salah satunya menambah kekuatan lahir dan batin manusia. Tanggal 26 April 1980, sendang ini mulai dipugar. Karena tempat ini dianggap sebagai bagian tak terpisah dari petilasan Sang Prabu. Desain barunya. Sendang ini menjadi kawasan taman segi empat berukuran 1.016 meter persegi.

Bangunan utama, kolam pemandian yang airnya selalu mengalir melalui tiga tingkatan. Yaitu sumber, tempat penampungan, dan kolam pemandian. Kolam ini dilengkapi dengan Arca Syiwa Harihara (perdamaian) dan Ganesha. Selain itu, tempat ganti pakaian, gapura, tempat mengambil air, dan pagar. Sedang bangunan pelengkap terdiri dari halaman, gapura utama (Kori Agung dan Candi Bentar), dan pagar dengan patung dewa di masing-masing sudut . Masing-masing Bathara Wisnu, Brahma, Bayu, dan Indra.




















Iklan

3 tanggapan untuk “Tirta Kamandanu

  1. sy prnh kesitu th 2003..sy msh bs merasakn air yg mengalir ke penampungan,ada kolam gede yg wkt itu bnyk lumut,tempatnya rindang n adem bgt..kadang bnyk org yg semedi utk minta sesuatu dikuburan yg jd spt bilik ,pendopo agak luas,tmpt org istirahat,disitu ada pohon sukun yg mateng nbnyk buahnya..smoga menambah khasanah ilmu budaya qta

    1. Trims infonya mbak Julia.
      Semoga budaya kita selalu senantiasa terpelihara

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close