Mati, pasti pernah terbayang di benak kita.
Bagaimana sih rasanya orang yang sudah mati terhadap dunia yang ditinggalkannya?
Mungkin ilustrasi dibawah ini bisa membawa khayalan kita tentang dahsyatnya rasa kangen orang yang mati terhadap segala sesuatu yang dicintainya di dunia ini:

Bayangkan, jika seandainya kita bertemu dengan seseorang sebut saja A yang mengajak kita pergi untuk selama lamanya, dan kita tidak boleh menolak sedikitput ajakan pergi ke suatu tempat yang kita tidak pernah tahu keadaannya tanpa boleh berpamitan kepada anak, istri atopun siapa saja kerabat kita. Tetapi kita masih diberi hak untuk menyaksikan keadaan mereka hanya lewat monitor yang telah disediakan.
Sudah bisa membayangkan? Bagaimana rasanya kuangen yang amat sangat?
Apalagi bila keluarga kita masih meratapi kepergian kita, wah bisa tambah nelangsa hati kita, inilah sebabnya kita tidak boleh terlalu berlarut-larut meratapi meninggalnya seseorang, “mesakake sing wis budhal”.

Jadi dalam hal ini manakah yang perlu ditakuti, proses sakratul maut, ato kehidupan setelah mati???