Yah setelah kemarin batal wawancara kredit KPR di BTN, tadi siang acara wawancaranya terselenggara dengan sukses (menurutku sih hehehe).

Bersama dengan istri tercinta, naik motor tersayang, dan meninggalkan anak terkasih, datang ke bank BTN yang letaknya cuman 1 KM dari rumah.
Di sana kita sudah disambut sama Pak Sigit (wajahnya mirip artis Dicky Chandra). Wawancara paling mbulet itu memang kalo sudah membahas masalah penghasilan dan pekerjaan. Hampir 85% waktu wawancara membahas masalah penghasilan dan pekerjaan. Dan dari pembahasan yang njlimet ini pula, akhirnya kita dianjurkan untuk mengambil kredit yang 10 tahun.
Setelah di itang itung, yah akhirnya kita setuju.

Ada sedikit rasa kecewa setelah menjalani wawancara kredit ini, bunga yang ditetapkan ternyata cukup tinggi, yaitu 13,5%.
Sempet protes juga sih,
“Lho pak, kan kemarin sudah diturunkan menjadi 10,75%?”
“O, kalo yang 10, sekian persen itu untuk kredit di atas 150 juta, kalo yang 50 juta ke atas bunganya 11, sekian persen, nah kalo yang di bawah 50 juta bungannya 13, sekian persen itu pak. Yah maklum pak, itu kan juga permainan marketing.”

Akhirnya? Ya sudahlah, wong emang kita juga butuh kredit buat beli rumah idaman, mau ga’ mau kita cuman kompak jawab “Oooo”.

Btw, besok harus balik lagi ke BTN, mo nyerahin dokumen-dokumen penunjang yang masih kurang.