Tak terasa Ramadhan kurang 3 ato 4 hari lagi.
Hmm…terasa begitu cepatnya bulan suci yang penuh barokah ini akan berlalu.
Dan..masih kusadari setiap bulan Ramadhan yang diagung=agungkan oleh umat Islam di seluruh dunia ini, aku masih saja terdiam, terpaku dititik ini. Maju nggak, mundur nggak. Entah apa yang membuat begitu sulitnya untuk melangkah.
Padahal ati wis karep, tapi badan ini masih belum mau untuk bergerak.

Ah Ramadhan, bulan yang dipenuhi seribu bulan, bulan yang menjadikan banyak orang Islam menjadi orang Islam, bulan yang di penghujung waktunya selalu membuat orang sibuk untuk memikirkan kemenangan dan kesenangan jamaninya.

Sebenarnya sudahkah kita me-lebaran-kan ato meng-hari rayakan rohani kita, disetiap bulan ramadhan ini?
Sudahkah kita berpuasa benar-benar “Hanya Untuk-Nya”? , atokah puasa kita hanya sekedar berlalu sebagai pemenuhan kewajiban kita pada agama yang kita anut ini? Seperti kita bekerja pada atasan kita?

Ramadhan, semoga aku bisa menemuimu kembali di masa depan, semoga di pertemuan kita nanti, aku sudah tidak berada di titik spiritual ini, semoga aku bisa memjumpaimu di titik spiritualku yang lebih tinggi, agar aku bisa dan benar-benar merasakan kehadiran seribu bulanmu.