Ular Di Rumah Baru
Hari Kamis tanggal 26 Juni 2008 kemarin rumahku kedatangan tamu yang gak diundang dan nggak disangka sangka.
Tamu ini cukup membuat suasana rumah gaduh + mencekam, bayangin aja, tamu ini bentuknya panjang kulitnya hitam putih, alias ular welang/weling.
Yang nemuin waktu itu mamane sekar yang mo cuci-cuci baju, untung aja ulare gak dipegang, padahal sudah dikira selang air.
Mamane sekar ternyata cukup jeli dalam pengamatan, inget gak pernah punya selang hitam putih dan liat ujungnya yang makin lama makin kecil, spontan mamane sekar langsung teriak: “Paaa….Ulaaarrrr”
Mak dhuer langsung buyar acara berkebunku, perasaan yang minggu – minggu sebelumnya mengatakan akan ada ular yang masuk akhirnya terwujud.
Nggak banyak kata, dan karena yang berkata kata sudah banyak, aku langsung minta tolong pak tukang yang lagi garap rumah didepan, yah, untunge ulare kok yo penurut, dimasukin ke kresek kok ya nurut aja.
Fyuuh…akhire ulare dijemur dijalan sama tukang yang ambil tadi, ga tau mau dibuang kemana, mau diapain.
Ular berjenis welang hitam putih itu termasuk ular ganas, aktif kalo malam hari, bisanya 16 kali lebih kuat daripada ular kobra.
Sementara gambarnya nggak diupload, masih trauma nih hehehhe, kalo pingin liat browsing aja yah, tanya ke mbah google hehehe
Pelajaran yang dipetik dari kejadian ini, jika anda tinggal di pemukiman yang masih banyak terdapat sawah ato rawa, sebisa mungkin jangan ada lubang pembuangan air yang terbuka di dalam rumah (biasane sih bak kontrol).
Terusir… :(
Akhirnya mulai hari ini aku terusir dari rumah kontrakanku. Sebenarnya memang bukan terusir, tapi memang jatah waktu kontrakannya udah habis. Terusir karena sebenarnya aku minta waktu sampai akhir bulan ini buat keluar, sambil nunggu tanggal baik buat nempati rumah baru, eh ternyata aku harus membayar sekian ratus ribu buat memperpanjangnya. Yo wiss akhirnya mau nggak mau kita terusir.
Yah…memang begitulah kalo diposisi lemah, nggak punya kemampuan untuk melawan.
14 hari lagi
14 hari lagi,
yah kurang lebih dalam 14 hari mendatang kami sudah harus angkat kaki dari rumah yang telah kami tinggali selama 2 tahun. 2 tahun merupakan taun yang singkat, tapi sudah berjuta kenangan yang telah kami ukir disana.
Tapi tak mengapa, kami sudah siap untuk meninggalkan berjuta kenangan itu untuk kami gantikan dengan semilyar lebih kenangan yang lain di rumah baru kami.
Ah..14 hari lagi….kenapa begitu lama? Kami sudah tidak sabar menapaki setiap detil ruang dirumah baru kami.
Wawancara, Interview, Omong-Omong
Yah setelah kemarin batal wawancara kredit KPR di BTN, tadi siang acara wawancaranya terselenggara dengan sukses (menurutku sih hehehe).
Bersama dengan istri tercinta, naik motor tersayang, dan meninggalkan anak terkasih, datang ke bank BTN yang letaknya cuman 1 KM dari rumah.
Di sana kita sudah disambut sama Pak Sigit (wajahnya mirip artis Dicky Chandra). Wawancara paling mbulet itu memang kalo sudah membahas masalah penghasilan dan pekerjaan. Hampir 85% waktu wawancara membahas masalah penghasilan dan pekerjaan. Dan dari pembahasan yang njlimet ini pula, akhirnya kita dianjurkan untuk mengambil kredit yang 10 tahun.
Setelah di itang itung, yah akhirnya kita setuju.
Ada sedikit rasa kecewa setelah menjalani wawancara kredit ini, bunga yang ditetapkan ternyata cukup tinggi, yaitu 13,5%.
Sempet protes juga sih,
“Lho pak, kan kemarin sudah diturunkan menjadi 10,75%?”
“O, kalo yang 10, sekian persen itu untuk kredit di atas 150 juta, kalo yang 50 juta ke atas bunganya 11, sekian persen, nah kalo yang di bawah 50 juta bungannya 13, sekian persen itu pak. Yah maklum pak, itu kan juga permainan marketing.”
Akhirnya? Ya sudahlah, wong emang kita juga butuh kredit buat beli rumah idaman, mau ga’ mau kita cuman kompak jawab “Oooo”.
Btw, besok harus balik lagi ke BTN, mo nyerahin dokumen-dokumen penunjang yang masih kurang.
Boplang…Boplang
Masih perkembangan soal rumah idaman, sekarang pembangunan rumah sudah memasuki tahap pematokan tanah kavling.
Yup pagar kecil-kecil di tanah kavling itu namany boplang, thanks pa, ini gunanya punya papa ahli bangunannya Takenaka Indonesia.
Di boplang itu ada paku – paku yang menonjol, yang nantinya dibuat sebagai acuan pondasi.
Hmm… untuk jelasnya foto akad diuplad menyusul aja deh, maklum bukan orang bangunan, jadi agak repot buat jelasinnya hehehe
NB-17
Yup itulah nomer keramat masa depan keluargaku…
Wah, akhirnya setelah menabung sekian lama, Senin kemarin (27 Agustus 2007) pergi ke kantor pemasaran Sawojajar. Misi kali ini buat bayar uang tanda jadi buat rumah tipe 36 di Neighbourhood (aduh nulisnya bener ngga’ nih).
Sebelumnya aku udah liat lokasi sama istri tercinta, lokasi yang kita pilih agak strategis juga sih, trus yang lebih penting bisa diajak berhemat dulu, soalnya ga’ perlu bangun tembok belakang dulu, udah ngikut tetangga hehehe.
Rencana huni masih tahun depan, tunggu masa kontrak rumah habis.
Yah…perjuangan panjang baru dimulai, tapi yang terpenting aku sudah selangkah maju lagi.
-
Arsip
- Agustus 2009 (1)
- Mei 2009 (2)
- Februari 2009 (4)
- Januari 2009 (1)
- November 2008 (1)
- Oktober 2008 (2)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (3)
- Mei 2008 (5)
- April 2008 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS





