AriMedia,

Media ngomonge Ari

Sendang Biru 9 Agustus 2008

Perjalanan ke Sendang Biru kali ini ditempuh selama kurang lebih 2 jam dari kota Malang. Kami berangkat jam 16.30 dan sampai di lokasi wisata Sendang Biru sekitar jam 20.00 an.
Agak lama memang karena kami sempat berhenti untuk mengisi perut dengan nasi Soto di daerah Turen.
Untuk menempuh perjalanan ke Sendang Biru hendaknya persiapkan dulu stamina dan periksa kondisi kendaraan, karena rute yang akan ditempuh cukup berliku dan banyak tanjakan serta turunan tajam.

Sesampai di Sendang Biru kami langsung menuju tempat peristirahatan, tepatnya di pos polisi hutan, kebetulan pak Nyoto ikut. Kami langsung menyiapkan tempat peristirahatan didepan pos, dan beristirahat dengan beratapkan langit malam. Udara terasa cukup dingin, karena hembusan angin laut.

Agustus 11, 2008 Ditulis oleh ariherdi | Dolan | | Belum Ada Tanggapan

Tirta Kamandanu

Tirta Kamandanu ini terletak di kota Kediri, ato tepatnya di desa Pamenang Kediri.
Rute untuk menuju ke lokasi ini, yang paling mudah adalah lewat jalan depan gedung DPRD Kediri.
Jika dari arah Malang, sebelum gedung DPRD ato lebih enaknya pas berhenti di Bang Jo (Setopan ato lampu lalulintas) ambil belokan ke kanan. Terusss masuk, sambil liat sebelah kanan jalan, kalo ada gapura bertulikan, Pamuksan Sri Aji Jayabaya, beloklah ke arah situ.

Menurut cerita, Tirta Kamandanu ini adalah tempat mandinya ato bersucinya Sri Aji Jayabaya sebelum beliau muksa.
Beberapa tahun yang lalu, sumber air di Tirta Kamandanu ini masih mengeluarkan air, tapi entah mengapa sekarang sumber air itu ditutup dengan batu, kolamnya kering, dan yang lebuh parah, banyak nyamuknya. Mungkin ini efek dari renovasi yang tak kunjung selesai.

Berita dari situs Kediri.Go.id

Sekitar 10 km, ± 5 menit dari Kota Kediri. Situs ini dipercayai sebagai tempat moksa Prabu Sri Aji Joyoboyo yang terkenal sebagai Raja Kediri abad XII dan juga ramalan Jongko Joyoboyonya. Situs – situs yang ada di kawasan budaya ini seperti Sendang Tirto Kamandanu, Palinggihan Mpu Bharada, dan juga Arca Totok Kerot.Banyak pengunjung yang melakukan ziarah di situs ini dan puncak ritual di Pamuksan tanggal 1 Suro dengan ribuan pengunjung dari berbagai daerah untuk prosesi ritual

Sosok Prabu Joyoboyo memang mengundang kekaguman. Ini pula yang jadi alasan, mengapa wisatawan banyak yang datang ke petilasannya.Termasuk ke Sendang Tirta Kamandanu. Sendang ini dulunya kolam dengan sumber air alami yang memiliki banyak fungsi, salah satunya menambah kekuatan lahir dan batin manusia. Tanggal 26 April 1980, sendang ini mulai dipugar. Karena tempat ini dianggap sebagai bagian tak terpisah dari petilasan Sang Prabu. Desain barunya. Sendang ini menjadi kawasan taman segi empat berukuran 1.016 meter persegi.

Bangunan utama, kolam pemandian yang airnya selalu mengalir melalui tiga tingkatan. Yaitu sumber, tempat penampungan, dan kolam pemandian. Kolam ini dilengkapi dengan Arca Syiwa Harihara (perdamaian) dan Ganesha. Selain itu, tempat ganti pakaian, gapura, tempat mengambil air, dan pagar. Sedang bangunan pelengkap terdiri dari halaman, gapura utama (Kori Agung dan Candi Bentar), dan pagar dengan patung dewa di masing-masing sudut . Masing-masing Bathara Wisnu, Brahma, Bayu, dan Indra.




















April 1, 2008 Ditulis oleh ariherdi | Dolan | , , | Belum Ada Tanggapan

Pesarean Syech Jumadil Qubro

Iseng – iseng upload video pesarean ato makam Syech Jumadil Qubro dari my new gadget Orange SPV M3100. Diupload melalui koneksi 3G Telkomsel Flash.
Syech Jumadil Qubro ini terletak di Pendapa Agung Trowulan – Mojokerto Jawa Timur. Selain makam Syech Jumadil Qubro, di tempat sini juga terdapat makam – makam Sunan.
Agak jauh, tapi nggak jauh – jauh amat, terdapat makam Ratu Kencana Wungu.

Enjoy this video…

Sekali – kali lakukanlah perjalanan wisata spiritual, nggak kalah asyiknya dengan wisata belanja. Dijamin!!!

Maret 26, 2008 Ditulis oleh ariherdi | Dolan | , | Belum Ada Tanggapan

Gunung Kelud Akankah Kamu Meletus?

Gunung Kelud yang terletak di perbatasan antara kota Kediri dan Blitar, akhir – akhir ini menunjukkan tanda-tanda yang cukup mengkhawatirkan.
Bahkan salah seorang petugas jaga di sana sudah berani memastikan, 3 – 4 hari lagi Gunung Kelud akan meletus.

Dari sisi historis perjalanan spiritualku, Kelud-lah yang mengenalkanku pada perjalanan spiritual yang luar biasa ini.
Masih ingat kata Mas Edi, Kelud itu berarti sapu/pembersih, perjalanan spiritual ke sana juga bisa diartikan untuk bersih – bersih hati dan perilaku.

Hmm…memang sekarang Kelud sudah nggak seasyik dulu, soalnya sekarang Kelud sudah mulai ramai, karena sudah dijadikan obyek wisata oleh pemkot Kediri. Kesunyian yang dulu kurasakan seakan akan hilang.
Apakah, dengan meletusnya Kelud nanti, kesunyian itu akan kembali lagi?

Mungkin ini sudah saatnya Kelud untuk memperbaiki keadaannya lagi, yang sekarang memang sudah agak rusak dan kotor.

Keindahan Kawah Gunung Kelud Di Pagi HariPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Kabut yang meyelimuti puncak Gunung Kelud

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Watu gilang, yang menyimpan sejuta cerita

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Kawah Gunung Kelud, buat mandi anget lho. Kawah inilah yang nantinya akan terbang ke Malang, Kediri, Blitar, Tulungagung. Blitar dadi latar, Tulungagung dadi kedung, Kediri dadi apa ya?

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Foto Matahari, diambil pake kameranya HP Motorola

Oktober 4, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Dolan | | Belum Ada Tanggapan

Toleransi Di Jalan Raya

Gila…menurutku itu kata yang paling tepat buat para sopir yang matanya nggak melek dengan toleransi di jalan raya.

Gila pertama, kejadian di depan McDonald Sarinah Malang:
Seperti biasa, aku slalu memberi kesempatan buat para penyeberang jalan yang mo menyeberang di zebra cross. Tau kan zebra cross itu apa? kalo ga’ tau tanya aja ke adik-adik TK hehehe…
Eh, lagi nunggu yang nyebrang lewat, ada mobil kijang biru dibelakang mobilku yang klakson-klakson suruh aku jalan.
Ooo alah…oalah….

Gila kedua,
Gila kedua ini terjadi di perempatan alun-alun deket mitra 1, ato depannya bank lippo.
Untung aja penyeberang jalannya ga’ ketabrak sama mikrolet yang main selonong aja.
Sudah tau mobil-mobil pada berhenti beri kesempatan orang yang nyebrang jalan, eh mikrolet itu malah dengan santainya lewat diantara para penyebrang jalan.
Wuih…belum tau di culek apa mripate?

Yah…kalo kita melek, masih banyak banget kejadian-kejadian yang lainnya. So guys, salah satu kunci keselamatan di jalan itu adalah saling toleransi diantara pemakai jalan.

September 24, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Dolan | | Belum Ada Tanggapan

Indahkan?

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Indah kan???
Bisa tebak danau ini namanya apa? Letaknya dimana?
Baca selebihnya »

September 5, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Dolan | | 4 Tanggapan