Harmoni
Harmoni atau keselarasan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Jawa yang ditopang oleh 2 prinsip utamanya yaitu prinsip hormat (urmat) dan prinsip rukun. Harmoni merupakan sebuah pencapaian ideal dalam sebuah tatanan masyarakat Jawa dimana setiap individu Jawa dituntut untuk menjaga kerukunan (rukun) dengan sebisa mungkin menghindari adanya konflik terbuka diantara mereka, walaupun pada dasarnya konflik tidak bisa benar-benar dihilangkan, maka dari itu ada banyak mekanisme sosial yang merupakan strategi untuk mensiasati terjalinnya kerukunan tanpa harus benar-benar rukun salah satunya yaitu dengan cara ethok-ethok rukun.
Sedangkan hormat merupakan kesadaran dari tiap individu Jawa mengenai kedudukannya dalam masyarakat Jawa yang hierarkis dimana seseorang harus bisa menghormati orang lain yang lebih tua/lebih tinggi derajatnya dengan menerapkan unggah-ungguh dan kawruh basa yang pada dasarnya adalah sebuah cara untuk menjaga kerukunan sebagai pencapaian harmoni dalam masyarakat.
Ah…akhirnya setelah 3 minggu merenungi aku mengerti…
Dengan tidak adanya pertentangan, maka akan tercipta suatu harmoni, keselarasan.
Malam Yang Berlebihan
Wah, malam ini bener-bener makan malam yang berlebihan. Menunya memang sederhana, tapi porsinya yang luar biasa.
Mau tau menunya?
Menunya “cuma” nasi lalapan belut + 2 tahu + 2 dadar jagung + 2 telur mata sapi. Ya ampun….:D
Perbedaan Itu Tidak Ada
Perbedaan itu tidak ada yang ada itu hanyalah pertentangan.
Lihatlah persatuan di dalam suatu perbedaan. Jangan hindari adanya perbedaan, yang perlu dihindari adalah pertentangan
Selama Ulang Tahun Sekar
Tak terasa sudah 2 tahun Sekar mengisi hidup Papa Mama, dengan suara, canda, tawa dan tangis.
Saat ini, masih teringat jelas proses kelahiranmu, tangis pertamamu, senyum pertamamu, tawa pertamamu, langkah pertamamu.
Sekarang kamu sudah keliatan besar, sudah bisa bantu papa cuci motor, bantu mama masak, ikut jaga adik, bener-bener keliatan dewasa untuk anak sebayamu. Kami bangga padamu.
Pada saat di usiamu sekarang, Papa paling seneng liat Sekar dari belakang, nggemesin.
Ow iya, mbah Yut 1 sangat remen dengan namamu, beliau berkata:
“Sekar Ayu Kusumawardhani, Sekar iku iso dadi Sekar Kedaton. Ayu iku iso dadi Raden Ayu. Kusumawardhani iku podo karo asmane salah sijine putra Mangkunegaran”.
Selamat Ulang Tahun yang ke-2, bungaku, Sekar Ayu Kusumawardhani.
-
Arsip
- Agustus 2009 (1)
- Mei 2009 (2)
- Februari 2009 (4)
- Januari 2009 (1)
- November 2008 (1)
- Oktober 2008 (2)
- September 2008 (2)
- Agustus 2008 (3)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (3)
- Mei 2008 (5)
- April 2008 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS




