AriMedia,

Media ngomonge Ari

Radio Online

Beberapa hari ini aku nyari radio online yang dikelola sama orang Indonesia.
Sebenarnya ada berapa sih radio online yang ada di Indonesia?
Sejauh ini, aku masih nemuin 4 radio online yang lagu-lagunya kedengeran pas di kuping ku.
Here they are:

DJWirya.Com
SuaraSurabaya.Net
KaskusRadion.Com

Eh..ralat ada 3 ding…:Peace:

Ralat lagi, ada update terbaru, barusan dapat email dari tRB alias tjap Radio Bandung

Radio Bandoeng
http://www.radiobandung.co.cc

September 28, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Musik | | & Komentar

Jennifer Love Hewitt – BareNaked

Lagu lawas sih, tapi masih enak buat didengarkan kok :)

September 28, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Musik | | No Comments Yet

Gus Dur : “Orang Islam, Bukan Golongan Islam”

Benturan antar “kebenaran” terjadi saat orang berani mengambil-alih fungsi Tuhan. Padahal, dalam ajaran tauhid, urusan kebenaran adalah hak prerogatif Tuhan. Demikian refleksi KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sebagaimana dituturkan berulang-ulang kepada Kajian Islam Utan Kayu (KIUK) di Radio 68H, Jakarta.

Umat Islam sering dikaitkan dengan radikalisme dan kekerasan. Menurut Gus Dur, apa yang salah?
Persoalannya adalah ketidakmengertian. Mereka yang melakukan kekerasan itu tidak mengerti bahwa Islam tidaklah terkait dengan kekerasan. Itu yang penting. Ajaran Islam yang sebenar-benarnya -saya tidak memihak paham mana pun, baik Ahlus Sunnah, Syi’ah, atau apa pun- adalah tidak menyerang orang lain, tidak melakukan kekerasan, kecuali bila kita diusir dari rumah kita. Ini yang pokok.

Kalau seseorang diusir dari rumahnya, berarti dia sudah kehilangan kehormatan dirinya, kehilangan keamanan dirinya, kehilangan keselamatan dirinya. Hanya dengan alasan itu kita boleh melakukan pembelaan.

Bagaimana cara menanggulangi radikalisme itu, Gus?
Ya, kita tidak boleh berhenti menekankan bahwa Islam itu agama damai. Dalam Alquran, ajaran tentang itu sudah penuh. Jadi, kita tidak usah mengulang-ulang (pernyataan) lagi bahwa Islam itu damai dan rasional. Hanya, memang ada sisi-sisi lain dari Islam yang kurang rasional. Tapi kalau dipikir-pikir lagi secara mendalam, jangan-jangan itu rasional juga.

Jadi, dengan begitu, kita tidak boleh serta merta memberikan judgement, pertimbangan, penilaian. Jangan! Kita harus benar-benar tahu latar belakang mengapa seseorang melakukan kekerasan. Tapi biasanya, yang pura-pura (Islam) itulah yang paling keras.

Menentang pemerintahan yang zalim apakah bisa disebut jihad?
Kita tetapkan dulu: pengertian jihad itu apa? Jihad adalah berperang di jalan Allah. Kalau tidak begitu, ya berarti jihad dalam pengertian lain. Banyak macam jihad, yaitu jihad ashghar (terkecil), shâghîr (kecil), kabîr (besar), dan akbar (terbesar). Ayatullah Khomaini pernah mengatakan bahwa jihad ashghar atau jihad yang terkecil adalah menegakkan keadilan. Tapi, itu tergantung niat Anda juga.

Kalau niat Anda berjihad kecil hanya untuk merobohkan pemerintahan, hasilnya ya, merobohkan pemerintahan saja. Di sini kita bisa kiaskan dengan ungkapan Alquran yang menyebutkan itu tergantung pada orangnya.

Kalau seseorang mau hijrah karena Allah dan utusan-Nya, maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan utusan-Nya. Tapi kalau hijrahnya demi harta benda atau perempuan yang akan dinikahi, ya, hijrahnya akan sampai pada apa yang akan dia hijrai itu.

Sama saja dengan cara kita dalam menilai jihad. Luarnya bisa saja seperti jihad, tapi dalamnya kita nggak tahu. Makanya, jangan gegabah dalam soal ini. Nggak gampang (menilainya, Red).

Bagaimana menentukan sikap Islam yang benar dalam kompleksitas kehidupan dunia ini?
Sikap Islam yang benar adalah sikap yang sesuai dengan ajaran pokok Islam. Ajaran pokok Islam ialah: Tuhan itu satu. Jadi, kita dituntut untuk mematuhi ajaran Tuhan, saling mengasihi, dan sebagainya.

Kita harus saling mengasihi antarmanusia. Kalau mau lebih disempurnakan, ya silakan. Itu kan urusan masing-masing. Tapi kalau ada orang yang berpendirian lain, ya nggak apa-apa juga.

Mana yang lebih baik, UU buatan manusia atau apa yang sering disebut “hukum Tuhan”?
Yang perlu dilihat itu segi pemakaiannya, jangan bikinannya. Quran itu memang bikinan Tuhan dan kita pakai pada saatnya. Sedangkan UUD itu buatan manusia dan kita pakai juga pada tempatnya.

Dalam kehidupan bernegara, kita pakai UUD. Dalam kehidupan bermasyarakat, kita menggunakan UU Alquran. Begitu saja kok nggak tahu!

Merupakan kewajiban pemimpin Islam untuk menjelaskan itu supaya jangan ada kekeliruan. UUD itu memang buatan manusia; jadi, kapan saja mau diubah, ya bisa saja. Kalau Alquran, penafsirannyalah yang dari waktu ke waktu berubah; dan itu juga diakui oleh Alquran sendiri.

Bagaimana Gus Dur menafsirkan ungkapan Alquran innaddîna ’indalLâhil Islâm?
Artinya begini: sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam. Tapi, itu kan kata orang Islam, toh? Ya sudah, selesai! Itu kan juga kata kitab suci orang Islam. Makanya, kalau orang Islam bilang begitu, ya pantas-pantas saja. Sama saja ketika agama lain mengatakan “Ikutilah aku!” Itu kata Yesus. Nah, soalnya tinggal kita ikuti atau tidak. Itu saja.

Islam seperti apa yang paling utama bagi Gus Dur?
Yang paling utama bukan Islam golongan, tapi orang Islam. Ingat lo, antara institusi agama dan manusianya itu berbeda. Perbedaannya sangat jauh; ada yang ikhlas, ada yang cari pangkat, cari kedudukan, cari kekayaan, dan sebagainya.

Jadi, sangat susah menilai dan mengatakan Islam mana yang paling baik. Saya saja nggak berani ngakui bahwa Islam saya yang paling benar. Sebisa-bisanya saya jalani saja.

Banyak sekali soal khilafiah dalam masyarakat dalam menafsirkan agama yang satu sekalipun. Apa kriteria perbedaan yang membawa rahmat itu, Gus?
Dulu, ada perbedaan antara Muhammadiyah dan NU soal tarawih dua puluh tiga rakaat atau sebelas. Kan begitu? Semua itu sama-sama boleh. Jadi, jangan ribut hanya karena masalah seperti itu.

Yang harus kita selesaikan adalah masalah-masalah pokok seperti kemiskinan, kebodohan, korupsi, dan sebagainya. Tapi, itu malah yang nggak pernah diurusi. Malah yang diributkan tentang salatnya bagaimana; sebelas rekaat atau berapa. Itu kan bukan masalah yang serius!

Bagaimana membuat Islam sebagai rahmat, bukan malah mendatangkan laknat?
Agama akan jadi rahmat jika ia datang kepada manusia untuk kepentingan kemanusiaan. Tapi kalau untuk kepentingan manusianya sendiri, dan bukan untuk memenuhi kepentingan kemanusiaan, itu bukan agama namanya. Itu penggunaan agama yang salah.

Contohnya, perlunya agama terlibat langsung dalam isu lingkungan hidup. Itu sangat jelas karena lingkungan hidup sangat dibutuhkan manusia untuk mengatur kehidupan.

Isu itu merupakan kebaikan yang menyangkut langsung tentang kemaslahatan hidup. Makanya, di sini kita rumuskan dengan nama keyakinan. Kalau keyakinan itu untuk kemaslahatan semua, berarti itu agama. Tapi kalau tidak, ya namanya kepentingan kelompok. Jadi, harus dibedakan antara kepentingan agama secara umum dan kepentingan kelompok.

Tentang partai-partai dan kelompok-kelompok sektarian, apa tanggapan Gus Dur?
Ya, nggak apa-apa. Disebut atau tidak agamanya, sama saja. Yang penting, agendanya untuk kepentingan kemanusiaan secara umum. Yang menjadi pokok, untuk kepentingan siapa dia bekerja?

Kalau untuk kepentingan kelompok yang bersangkutan, itu namanya bukan agama. Bagi saya, agama itu harus hadir untuk semua golongan.

Di Alquran juga ada pengertian mengenai hal ini. Tanda-tanda atau bukti-bukti kehadiran Tuhan adalah jika yang bersangkutan mengharapkan kerelaan Tuhan, bukan untuk dirinya sendiri. Kalau begitu, ya bukan juga demi mengharap masuk surga. Tapi karena kerelaan. Kemudian untuk kebahagiaan akhirat nanti.

Mengapa ada kelompok Islam yang ingin ajaran-ajaran spesifik Islam diatur dalam hukum negara, seperti kewajiban berjilbab dan lain-lain?
Pemikiran seperti itu sebetulnya bersifat defensif. Artinya, mereka takut kalau Islam hilang dari muka bumi. Itu namanya defensif; pake takut-takutan. Sebenarnya, nggak perlu ada rasa ketakutan seperti itu.

Mestinya, hanya urusan-urusan kemanusiaan yang perlu kita pegang. Adapun soal caranya, terserah masing-masing saja. Jadi, orang Islam nggak perlu takut (Islam lenyap, Red).

Mengapa sering terjadi benturan klaim kebenaran antar agama-agama, bahkan dalam satu rumpun agama yang sama?
Karena kita berani-beraninya mengambil alih jabatan Tuhan, fungsi Tuhan, kerajaan Tuhan. Emangnya kita siapa, kok berani-beraninya?! Nggak ada yang lebih tinggi daripada yang lain. Yang lebih tinggi dan lebih besar daripada segalanya hanya Tuhan
http://124.81.226.110/index.php?act=detail_c&id=283691

Simple, rasional, itulah Gus Dur. Semoga bermanfaat :-)

September 27, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Hening | | No Comments Yet

Sekar Sudah Bisa Duduk Dewe

7 bulan lewat 12 hari, Sekar akhirnya bisa duduk sendiri dengan disaksikan sama mama papanya.
Nggak ada kado spesial buat kejadian ini, kecuali kegembiraan mama papa dengan memberikan peluk cium buat Sekar.

September 24, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Sekar | | No Comments Yet

Toleransi Di Jalan Raya

Gila…menurutku itu kata yang paling tepat buat para sopir yang matanya nggak melek dengan toleransi di jalan raya.

Gila pertama, kejadian di depan McDonald Sarinah Malang:
Seperti biasa, aku slalu memberi kesempatan buat para penyeberang jalan yang mo menyeberang di zebra cross. Tau kan zebra cross itu apa? kalo ga’ tau tanya aja ke adik-adik TK hehehe…
Eh, lagi nunggu yang nyebrang lewat, ada mobil kijang biru dibelakang mobilku yang klakson-klakson suruh aku jalan.
Ooo alah…oalah….

Gila kedua,
Gila kedua ini terjadi di perempatan alun-alun deket mitra 1, ato depannya bank lippo.
Untung aja penyeberang jalannya ga’ ketabrak sama mikrolet yang main selonong aja.
Sudah tau mobil-mobil pada berhenti beri kesempatan orang yang nyebrang jalan, eh mikrolet itu malah dengan santainya lewat diantara para penyebrang jalan.
Wuih…belum tau di culek apa mripate?

Yah…kalo kita melek, masih banyak banget kejadian-kejadian yang lainnya. So guys, salah satu kunci keselamatan di jalan itu adalah saling toleransi diantara pemakai jalan.

September 24, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Dolan | | No Comments Yet

Nah Ketahuan…

Yah akhirnya ketahuan juga kenapa inet dikantor akhir – akhir ini jadi lambatnya minta ampuunnn…
Ternyata gangguan ada di kabel bawah laut XL, ini beritanya dari website resmi XL

Pelanggan yang terhormat,

Telah terjadi gangguan pada kabel bawah laut XL yang berdampak pada lambatnya akses internet di jalur internasional sejak tanggal 3 September 2007. Saat ini kami sedang melakukan perbaikan, juga telah dilakukan penambahan bandwith 32 Mbps untuk akses ke luar negeri. Proses perbaikan diperkirakan akan memerlukan waktu beberapa hari.

Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terima kasih atas pengertian Anda. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi XL Contact Center di 818, 817 atau 819 melalui nomor XL atau 021 579 59818 dari nomor lainnya.

Manajemen XL

Cepet dibenerin yah,

September 7, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Uncategorized | | No Comments Yet

Mempunyai Usaha Sendiri? Siapa Takut?

Perasaah hari ini bisa dijadikan sebagai hari usaha keluargaku deh.
Istriku hari ini menerima pesanan barang tupperware yang lumayan banyak nilainya, kita sampai bingung buat modalinya, habisnya uang tabungan udah disetor semua ke bank BTN.
Tapi untunglah, dengan sedikit itung-itung, akhirnya masalah itu bisa diselesaikan :D

Hari ini aku sendiri juga mengikrarkan membangun usaha bersama bareng calon adik ipar, aslinya calon adik ipar ini temen mainku dari dulu (jadi ingat waktu main PS malam2), usaha ini sudah kita cita-citakan sejak lama, cuman dulu kita masih takut melangkah, takut gagal.
Tapi mulai siang tadi, aku sudah memantabkan kaki untuk menjalani usaha bersama ini, moga2 aja si calon adik ipar ini juga mempunyai semangat yang sama :D

Ayo Semangat!!!

September 7, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Bisnis | | No Comments Yet

Tiga Titik (…)

Sayang masih ingatkan arti tiga titik bagi kita?
Ijinkanlah aku untuk menemukan titik ketiga itu.
Janganlah engkau takut sayang,
Aku tidak akan melupakan dua titik yang telah kugapai,
justru seharusnya dengan dua titik itu aku sanggup menemukan titik ketiga ku.

September 6, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Hening | | No Comments Yet

Jalan…

Wahai Kekasihku,
hari ini aku rindu sekali bertemu denganmu
aku rindu bertemu denganMu di jalan yang pernah kulalui dulu

Orang sering bertanya, kenapa aku memilih jalan itu,
kenapa aku memilih jalan yang kata mereka jalan itu salah di mata mereka?
Ingin aku menjawab, bahkan pernah aku menjawab
di jalan inilah aku bisa merasa bertemu denganmu
di jalan inilah aku bisa merasa memelukmu
di jalan inilah aku bisa bercanda denganmu

Wahai kekasihku,
ijinkanlah aku untuk bertemu denganmu kembali
biarkanlah orang yang melihatku sekarang ini
melihat senyum tipisku karena dapat berjumpa denganmu kembali

September 6, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Hening | | No Comments Yet

Indahkan?

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Indah kan???
Bisa tebak danau ini namanya apa? Letaknya dimana?
Baca selebihnya »

September 5, 2007 Ditulis oleh ariherdi | Dolan | | & Komentar