AriMedia,

Media ngomonge Ari

Merantau

Yah…para lelaki yang berjiwa besar kebanyakan mereka dibesarkan dalam dunia perantauan. Merantau dalam arti sesungguhnya atopun merantau dalam perantauan yang lain, semisal memperdalam ilmu tertentu.

Di Agustus ini, bumi Indonesia kita dihentakkan oleh film “Merantau” yang mengangkat seni bela diri asli Indonesia, Pencak Silat.
Kita patut bangga, karena Indonesia pada saat ini kering akan film yang mengangkat kebudayaan asli Indonesia (kecuali film para hantu yang ga pernah habisnya).

Dibawah ini video official trailer “Merantau”

Seandainya ada sutradara yang mau dan sanggup menggarap cerita silat Indonesia “Api di Bukit Menoreh”.

Agustus 14, 2009 Ditulis oleh ariherdi | Film | | Belum Ada Tanggapan

Pusink Koneksi Inet Rumah

Koneksi inet rumah akhir – akhir ini ga stabil, kadang cepet kadang lambat, tapi sekarang sering lambatnya sih.

Belum lagi kalo Wireless Router linksys wrt54g nya mbetik, huuuh, tambah bikin sebel. Masak pingin koneksi wireless harus nyediain kabel, ga lucu blass ewes ewes.
Eh, tapi linksysnya sebelumnya emang sudah ga beres sih, maklumlah gratisan, dikasih kakak tercinta.

Nah seminggu terakhir ini kepikiran deh mau ganti pake Speedy aja. Ada yang tau kondisi Speedy di Malang?
Dapat bocoran info dari 147, paket-paket baru dan harga terbaru dari Speedy masih belum berlaku di Malang. Walah pancene kok malang men to nasib iki hehehe.
Btw, mantab pindah ke Speedy, ambil yang unlimited, di share, bayarnya urunan sama teman-teman yang senasib.

Mei 7, 2009 Ditulis oleh ariherdi | Internet | | Belum Ada Tanggapan

100 Themes Cantik Buat WordPress-mu

Bagi yang suka nge-blog pake WordPress, pasti seneng otak atik themes biar tampilannya tambah cantik dan menarik, jadi bikin betah pengunjung.

Kalo yang masih dalam tahap pencarian, di smashingmagazine ada 100 themes wordpress yang menarik buat themes blogmu.

Silahkan pilih, ada versi demo dan downloadnya juga

Mei 7, 2009 Ditulis oleh ariherdi | Wordpress | | 1 Komentar

Harmoni

Harmoni atau keselarasan erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Jawa yang ditopang oleh 2 prinsip utamanya yaitu prinsip hormat (urmat) dan prinsip rukun. Harmoni merupakan sebuah pencapaian ideal dalam sebuah tatanan masyarakat Jawa dimana setiap individu Jawa dituntut untuk menjaga kerukunan (rukun) dengan sebisa mungkin menghindari adanya konflik terbuka diantara mereka, walaupun pada dasarnya konflik tidak bisa benar-benar dihilangkan, maka dari itu ada banyak mekanisme sosial yang merupakan strategi untuk mensiasati terjalinnya kerukunan tanpa harus benar-benar rukun salah satunya yaitu dengan cara ethok-ethok rukun.

Sedangkan hormat merupakan kesadaran dari tiap individu Jawa mengenai kedudukannya dalam masyarakat Jawa yang hierarkis dimana seseorang harus bisa menghormati orang lain yang lebih tua/lebih tinggi derajatnya dengan menerapkan unggah-ungguh dan kawruh basa yang pada dasarnya adalah sebuah cara untuk menjaga kerukunan sebagai pencapaian harmoni dalam masyarakat.

Wikipedia – Harmoni

Ah…akhirnya setelah 3 minggu merenungi aku mengerti…
Dengan tidak adanya pertentangan, maka akan tercipta suatu harmoni, keselarasan.

Februari 18, 2009 Ditulis oleh ariherdi | Hening | | Belum Ada Tanggapan

Malam Yang Berlebihan

Wah, malam ini bener-bener makan malam yang berlebihan. Menunya memang sederhana, tapi porsinya yang luar biasa.
Mau tau menunya?
Menunya “cuma” nasi lalapan belut + 2 tahu + 2 dadar jagung + 2 telur mata sapi. Ya ampun….:D

Februari 16, 2009 Ditulis oleh ariherdi | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

Perbedaan Itu Tidak Ada

Perbedaan itu tidak ada yang ada itu hanyalah pertentangan.

Lihatlah persatuan di dalam suatu perbedaan. Jangan hindari adanya perbedaan, yang perlu dihindari adalah pertentangan

Februari 12, 2009 Ditulis oleh ariherdi | Hening | | Belum Ada Tanggapan

Selama Ulang Tahun Sekar

Tak terasa sudah 2 tahun Sekar mengisi hidup Papa Mama, dengan suara, canda, tawa dan tangis.

Saat ini, masih teringat jelas proses kelahiranmu, tangis pertamamu, senyum pertamamu, tawa pertamamu, langkah pertamamu.
Sekarang kamu sudah keliatan besar, sudah bisa bantu papa cuci motor, bantu mama masak, ikut jaga adik, bener-bener keliatan dewasa untuk anak sebayamu. Kami bangga padamu.

Pada saat di usiamu sekarang, Papa paling seneng liat Sekar dari belakang, nggemesin.

Ow iya, mbah Yut 1 sangat remen dengan namamu, beliau berkata:
“Sekar Ayu Kusumawardhani, Sekar iku iso dadi Sekar Kedaton. Ayu iku iso dadi Raden Ayu. Kusumawardhani iku podo karo asmane salah sijine putra Mangkunegaran”.

Selamat Ulang Tahun yang ke-2, bungaku, Sekar Ayu Kusumawardhani.

Februari 12, 2009 Ditulis oleh ariherdi | Sekar | | Belum Ada Tanggapan

Pengurusan KTP Dan KSK Di Kabupaten Malang = Mbulet

Yah akhirnya harus keluar juga ungkapan ini, setelah tertunda 3 bulan!.
Oke, aku adalah warga baru dilingkungan Kabupaten Malang, sebelumnya di Kotamadya Malang.
Sebagai warga negara yang baik, aku berinisiatif mengurus KTP dan KSK.

Pada awalnya semua berjalan normal, seperti pencabutan KTP dan KSK lama, kemudian pengajuan KTP dan KSK di lingkungan Kecamatan.
Proses pengajuan diawali dari lingkungan RT, RW setempat, kemudian ke Kelurahan. Di Kelurahan ini sudah mulai ada yang mengganjal, IMB rumah ternyata belum terbit. Tapi ini bukan menjadi masalah, karena dapat digantikan dengan surat keterangan dari Kelurahan.
O iya, ternyata surat keterangan ini ga gratis, alias bayar, kalo ga salah biayanya 5000 rupiah, yo wis tak bayar, padahal sebenarnya yang dirugikan itu aku, warganya, tapi yah biarlah.
Masuk ke Kecamatan, mulai muncul masalah yang agak besar, yaitu, surat pengantar Kecamatan harus diantar sendiri ke Dispenduk Kabupaten Malang, dalam artian disini, harus mengurus ke Kepanjen. Wow…itu tempat yang sangat jauh kalo dari daerah Mangliawan/Sawojajar 2. O iya disini juga bayar, kalo ga salah bayar 10.000 rupiah.
Yah…demi mendapatkan pengesahan dari negara tentang kewarganegaraan, mau ga mau harus mengurus donk.

Di Kepanjen, Dispenduk berkantor bersama di gedung DPRD Kabupaten Malang, jadi untuk mencarinya tidak terlalu sulit.
Dengan berbekal surat keterangan dari Kecamatan + blanko pengisian KTP dan 2 lembar foto, dengan percaya diri aku datang ke Dispenduk.
Pengurusan KTP dan KSK ada di lantai 2.
Langsung naik, langsung menyerahkan ke 2 petugas yang berbeda, ah, ternyata yang KTP ditolak, dengan alasan, KSK harus jadi dulu. Hmmm..
Oke, dilanjutkan kepetugas KSK, diterima, kemudian menunggu.
Kurang dari 5 menit udah dipanggil lagi, dan WOW, ternyata, berkas yang masuk tadi diganti dengan tanda terima untuk pengambilan KSK, KSK baru jadi besoknya.
Oke, berarti besok harus ke Kepanjen lagi.
Besoknya, berbekal surat tanda terima/pengambilan KSK, aku kembali menuju ke Dispenduk Kabupaten Malang, pengambilan ada di lantai 1, bagian luar, jadi ga perlu naik-naik lagi.
Surat pengambilan diserahkan, dan diproses oleh petugas yang ada.
Dan, Ya Ampuun, ternyata KSK nya masih berupa KSK sementara, yaitu berupa kertas hitam putih biasa, ato bisa dikatakan seperti kalo kita fotokopi KSK kita.
Sah??? Ini sah dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Nah, pertanyaannya kenapa kok masih KSK sementara?
Ternyata jawabannya sungguh tidak masuk diakal kalo menurutku, Blanko ato kertasnya HABIS. Oalah….oalah….ini administrasi negara pak, masak bisa dengan semudah itu dikatakan habis? Sangat tidak PROFESIONAL, apa kata dunia??? kapan mau maju???.
Duh…ga bisa protes kan? akhirnya diterima aja, meskipun dengan senyum kecut.

Jadi harus naik ke lantai 2 lagi untuk memproses KTP.
Disini sama seperti kejadian pengajuan KSK, berkas diterima, kemudian diganti dengan surat tanda terima untuk mengambil KTP, BUKAN KTP ASLI, tapi cuma untuk mengambil KTP SEMENTARA.
Kapan ambilnya? besok.
Ediaaan tenan…..
Padahal kalo mau, proses ini dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari. Lha wong KTP dan KSK sementara ini berupa print aja kok, bisa saat itu di entry, di print, ditandatangani, jadi deh. Warga masyarakat yang mau mengurus KTP dan KSK gak perlu bolak balik ke Kepanjen.
Damn…ga bisa membayangkan kalo punya rumah di Lawang, dan harus mengurus KTP dan KSK di Kepanjen, yang prosesnya harus bolak balik. Wah..wah, mau jadi warga negara yang tertib aja kok repot.
Itu proses 3 ato 4 bulan yang lalu, seiring berjalannya waktu, emosiku sudah memudar.

Hari ini aku datang lagi ke kota Kepanjen, ke Dispenduk Kabupaten Kota Malang, dengan tujuan untuk menggantikan KTP dan KSK sementaraku. Asli ga enak bener megang KTP sementara, udah statusnya sementara (CS BCA pernah menolak, karena dianggap tidak sah), ukurannya juga gede, jadi kalo dibawa kemana mana harus dilipat lipat.
Hmm…datang bersama keluarga, dengan alasan proses pasti akan berjalan cepat, lha wong tinggal ambil kan.
Dan ternyata….eng ing eng…maaf, tidak semudah itu.
Pertama datang ke pengambilan KSK, ditolak, petugasnya bilang, “Mas silahkan naik ke atas untuk diajukan pencetakan, yang smentara ini di fotokopi 1 kali dulu”.
Ke pengambilan KTP juga sama, harus diajukan untuk pencetakan.
EDAANN…SISTEME EDAAAN, BENER-BENER GA BERES.
Woii…ini aku sudah memegang KTP dan KSK sementara, sudah 3 bulan aku memegangnya, dan bukan hanya aku aja, banyak warga Kabupaten Malang. Secara logika, harusnya secara otomatis KTP harus sudah siap diambil ketika masa berlaku KTP sementara sudah habis. Lha ini kok minta diajukan untuk dicetak? Ga mikir apa, orang sudah mengurus KTP sementara ini berarti sudah pasti pingin punya KTP ASLI.
Damn…terpaksa harus naik lagi, ketemu dengan 2 petugas yang sama.
Kebagian KTP dan KSK, semuanya diterima.
Kurang dari 10 menit, dari petugas KTP sudah memanggil.
Biayanya 4000 rupiah untuk 1 KTP, karena aku mengurus 2 KTP jadi harus bayar 8000 rupiah. Ga masalah. Setelah itu aku terima surat keterangan, dibarengi ucapan petugasnya, “Mas, jadinya tanggal 20″
Wah…asli aku cuma bisa bengong, oalah oalah….edan edan, dadi warga negara yang baik kok susahmen.
Gak berapa lama petugas KSK memanggil, biayanya 5 ribu, dan “Mas, KSK nya bisa diambil tanggal 29 Januari”.
Edaaaaannnn……..
Ngurus KTP dan KSK kok mbuletmen!!!!
Sistemnya gak praktis blasss, asli, bukan hanya aku yang nggrundel, ngomel dengan sistem ini, banyak orang yang ngomel, semuanya rata-rata berkata, Walah…sesuk kudu balik maneh?, walah kok mbuletmen to….
Waduh….waduh, dijaman era digital yang serba cepat ini, ternyata mengurus KTP dan KSK masih jauh tersentuh dari itu.
Pertanyaan ku, ini cuma disini aja ato di kota-kota lain juga begitu?
Kalo dulu, di Kotamadya Malang, paling lama 7 hari sudah selesai, dan itupun gak perlu bolak balik, cukup 2 kali perjalann Pulang Pergi.

Kalo sistemnya seperti ini sih, memang bukan salah warga nya kalo ga punya KTP dan KSK. Bayangkan bila sudah rumahnya jauh, ga punya kendaraan sendiri, dan harus datang bolak balik demi selembar kertas bersegel negara.
Hmmm…aku rasa negara belum bisa memberikan penghargaan kepada warganya.
Nah..Dispenduk Kabupaten Malang, kapan anda berubah??

Januari 15, 2009 Ditulis oleh ariherdi | Surat Menyurat | | & Komentar

Laskar Pelangi

Hmmm…lagu ini memang bikin merinding, gak tau kenapa…dan yang pasti lagunya memang dalam banget.
Kayaknya harus beli DVD nya juga nih buat tontonan bermutu anak – anakku nantinya

November 17, 2008 Ditulis oleh ariherdi | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

Indonesia Memasuki Krisis Yang Ke-2 Kali?

Semoga aja nggak…
Krisis kali ini bener-bener krisis global, semua negara di belahan bumi ini pada bingung sendiri.
Amerika yang negara adidaya aja sampe goyah, wis gak digdaya lagi.
Barusan buka KlikBca ternyata dollar sudah merangkak di kisaran 5 digit ato tepatnya sekarang di posisi 11.400/$ 1 nya. Wow…!

Agak menyesal juga sih, sabtu kemarin buru2 nyairin duit di paypal, coba kalo sekarang nyairinnya, wah bisa dapat kurs bagus tuh.
Hihihi…jadi bingung juga, sebenarnya aku ini cinta dollar ato rupiah sih….

Yah..semoga saja Indonesia bisa lolos dari krisis kali ini, semoga saja Indonesia menjadi negara yang digdaya di krisis global kali ini.
Saatnya bersinar Zamrud Khatulistiwa…

Oktober 27, 2008 Ditulis oleh ariherdi | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan